Kegiatan akhir semester kali ini diisi dengan acara naik bukit dengan tujuan : Telaga Dringo, atau Telaga Cemeti yang berlokasi di Pekasiran, DT Dieng. Kami berangkat pada tgl 21 sweet saturday (sabtu legi) start pukul 19.30 WIB dari sekolah dengan memakan waktu 1,5 jam dan kenyang hingga tibalah kami di sini..iya, di sini, pintu masuk kawah Candra Dimuka :)

Foto 0

Dari sini kami memulai perjalanan naik menuju telaga dengan berbagai bekal yang sudah dibayar di warung disemangati oleh yth.bapak pimpinan rombongan yang mengatakan asumsi perjalanannya hanya 10 menit. Pada akhirnya kami sadar bahwa kami dibohongi. Bagaimana mungkin jarak perjalanan yang 10K bisa dilewati dengan jalan kaki selama 10 menit?? Semua hukum fisika pasti menolak fenomena macam itu. Maka timbul dugaan dari kami sendiri bahwa peristiwa macam ini tidaklah bakal terjadi jika bukan karena seorang oknum anggota tim yang berkilah salah dengar antara 10K dengan 10 menit. 

foto 01

Sepanjang perjalanan kami saling mendukung teman-teman terdekat dengan memberikan penerangan di jalan yang dilewati. Ini mohon jangan ditandakan kami sebagai golput karena kami bukannya tidak mendukung capres masing-masing tapi karena kami sedang tidak nonton tivi saat itu. 

Sepanjang perjalanan tontonan yang ada hanyalah kaki masing-masing dan bebatuan yang tertimpuk-timpuk olehnya. Oh, bisakah kaubayangkan saat itu, wahai kamu yang tontonannya piala dunia?

Di lembah hitam gulita kami semua tiba dengan surip (slamet tidak ikut) setelah +- 1 jam dengan berbagai pikiran seperti, kami sudah tiba di puncak tapi mengapa tak bisa melihat kamu yang di bawah, yang sedang nonton tivi di rumah? ah tak tahulah.. 

Agar terhindar dari masuk angin oleh karena kami terkodrat sebagai makhluk yang memiliki lubang untuk mereka masuk maka kami segera membuat tempat berteduh. tak perlulah semacam barak tingkat dua karena kami bukan sedang perang, atau menggali tanah membuat gua karena tak satupun dari kami yang memiliki kualifikasi sebagai manusia gua. Untunglah, teman-teman kami yangm pintar telah menciptakan benda bernama tenda dengan harga berapa ratus ribu saja tapi yang ini kami pinjam. 

Sampai esok harinya kami menginap di dalam tenda. Alhamdulillah, doa kami agar semalam kami tidur tanpa ditemani Yeti atau beruang yang mungkin mampir minta minum atau kesasar mencari tempat penginapan, terkabul.

Usai subuhan matahari mulai muncul sedikit-sedikit. Masya Allah! Saksikanlah wahai orang-orang yang bermata, ciptaan Tuhanmu yang Maha Indah

foto 3

Masuk waktu dhuha, kami berjalan mendaki bukit untuk mendapatkan view yang lebih asik (setelah cuci muka)

foto 5

foto 10

foto 6

saat itu kami melawan kodrat kami sebagai manusia yang butuh mandi, lebih baik ketinggalan mandi daripada ketinggalan sunrise. -D

foto 7

Di lembah dibalik telaga pun tak kalah exciting-nya.

foto 8

(yang foto ini diberi efek tilt-shift)

foto 9

Yuk sarapan..madang madang!

foto 11

Tiba saatnya untuk packing-packing, bawa sampah sendiri-sendiri jangan dibuang sembarangan supaya di akhirat nanti diri kita tidak dibuang-buang sembarangan sama sampah.

foto 12

Terima kasih untuk para peserta, pembimbing, dengan teamworknya menyebabkan berkumpulnya kami di sini untuk kembali datang lagi, insha Allah.

Brosur PPDB 2014/2015

 

Klik gambar untuk men-download

Joomla templates by Joomlashine